Kisahbergurunya nabi musa a.s disebut dalam alquran surah? Question from @Cantka - Sekolah Menengah Pertama - B. arab. Search. Articles Register ; Cantka @Cantka. December 2018 1 204 Report. Kisah bergurunya nabi musa a.s disebut dalam alquran surah?.. muhchaidirali Surah al - kahfi ayat 65 sampai 82. 2 votes Thanks 3. More Questions
NabiSulaiman kemudian menitahkan untuk memindahkan singasana Ratu Balqis ke istana dia. Kisah ini tercantum dalam Surah An-Naml, berikut ini: Berkata Sulaiman: "Hai pembesar-pembesar, siapakah di antara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Banyakcerita yang mengisahkan pertemuan para sahabat dan tabi'in dengan Nabi Khidir. Di antara semua kisahnya, kisah bersama Nabi Musa lah yang paling terkenal. Bahkan kisah ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran Surat Al-Kahfi ayat 60-82. Ilustrasi Nabi Khidir.
Kemarilahdan jangan takut. Sesungguhnya engkau termasuk orang yang aman. (QS. Al-Qasas : 31) Tangan Menjadi Bercahaya. Selain dapat merubah tongkat menjadi ular, Nabi Musa 'Alaihissalam dapat merubah tangannya mengeluarkan cahaya. Mu'jizat ini disebutkan dalam surah QS. Al-Qasas ayat 32.
KisahNabi Musa 'alaihissalam (AS) diabadikan oleh Allah SWT di 4 surah dalam Alqur'an yaitu Surah Al-Baqarah, Al-A'raf, Thaha, dan Al-Qashas.Nabi Musa bergelar kalimullah (orang yang diajak bicara langsung oleh Allah) dan merupakan nabi paling mulia di kalangan Bani Israil. Beliau termasuk salah satu nabi ulul azmi. Dalam Alquran, kisah beliau paling banyak disebutkan oleh Allah setelah
MuhammadRafi. 24/11/2020. Kisah Qarun dalam Al-Quran. Pada zaman nabi Musa as, ada seorang saudagar kaya bernama Qarun. Menurut beberapa riwayat ia adalah salah satu kerabat nabi Musa. Tak hanya memiliki banyak harta, Qarun juga termasuk orang yang berilmu. Bahkan dikatakan bahwa dirinya adalah ahli kitab Taurat selain nabi Musa dan Harun.
REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Menyebut nama Sungai Nil, sebagian besar umat Islam akan teringat dengan kisah Nabi Musa AS. Sebagaimana dikisahkan, sewaktu masih bayi, ibunda Nabi Musa diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghanyutkan bayinya (Musa) dalam sebuah peti ke Sungai Nil. Kisah ini diabadikan oleh Allah SWT dalam Alquran surah Thaaha [20
Tg6tn. Terdapat hikmah pengulangan penyebutan Nabi Musa dalam Alquran. Ilustrasi Alquran JAKARTA – Mengapa Nabi Musa 'alaihissalam dan kisahnya banyak disebutkan dalam Alquran. Cendekiawan Muslim dari Universitas Alexandria Mesir, Dr Nadia Imarah, menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi landasan soal mengapa Nabi Musa banyak disebut dalam Alquran. Pertama, ini menunjukkan adanya hubungan yang erat antara syariat Nabi Musa dan syariat Nabi Muhammad SAW. Imarah mengutip sejumlah ayat berikut وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ وَهَارُونَ الْفُرْقَانَ وَضِيَاءً وَذِكْرًا لِّلْمُتَّقِينَ *الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ وَهُم مِّنَ السَّاعَةِ مُشْفِقُونَ * وَهَٰذَا ذِكْرٌ مُّبَارَكٌ أَنزَلْنَاهُ ۚ أَفَأَنتُمْ لَهُ مُنكِرُونَ "Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa dan Harun Kitab Taurat dan penerangan serta pengajaran bagi orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang takut akan azab Tuhan mereka, sedang mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan tibanya hari kiamat. Dan Alquran ini adalah suatu kitab peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?." QS Al Anbiya 48-50 Imarah menjelaskan, hal lain yang membuat Nabi Musa AS banyak disebut di dalam Alquran, yaitu karena cobaan dan kesengsaraan yang dialaminya sangat mirip dengan apa yang dialami Nabi Muhammad SAW. "Alquran menyajikan contoh-contoh dari Nabi Musa AS ini sekaligus untuk menghibur hati Nabi SAW, mengambil hikmahnya, dan melihat kondisi negara-negara sebelumnya agar kita tidak jatuh ke dalam apa yang telah mereka alami," jelas Imarah. "Supaya kita tidak melakukan apa yang mereka lakukan. Demikian juga kehidupan para Nabi lain yang diutus untuk memperbaiki akidah dan kerusakan moral. Semua ini ada di dalam Alquran," tambah Imarah. Sumber masrawy
Kisah Nabi Musa 'alaihissalam AS diabadikan oleh Allah SWT di 4 surah dalam Alqur’an yaitu Surah Al-Baqarah, Al-A’raf, Thaha, dan Al-Qashas. Nabi Musa bergelar kalimullah orang yang diajak bicara langsung oleh Allah dan merupakan nabi paling mulia di kalangan Bani termasuk salah satu nabi ulul azmi. Dalam Alquran, kisah beliau paling banyak disebutkan oleh Allah setelah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam SAW. Kisah kemenangan Nabi Musa atas Firaun yang zhalim ini merupakan kisah yang penuh hikmah dan pelajaran berharga. Berikut kisahnya seperti dilansir dari Ketika penduduk Mesir semakin fanatik dengan kekufuran mereka. Permusuhan dan pengingkaran mereka terhadap utusan Allah Musa kian mengobarkan hasrat untuk membunuh dan menindas beliau dan orang-orang yang mengikutinya. Baca Juga Kisah Nabi Musa Ingin Jadi Umat Nabi Muhammad SAWMereka mengikuti raja mereka yang zhalim, Firaun. Saat itulah Allah tegakkan hujjah-Nya membinasakan mereka semua. Mereka menyaksikan sendiri tanda-tanda dan kejadian-kejadian yang di luar nalar. Sayangnya, dengan kekuasaannya, Firaun menekan rakyatnya untuk mengingkari kebenaran yang dibawa Nabi Musa."Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya Musa dalam keadaan takut bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Firaun itu berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang melampaui batas." QS Yunus83.Puncaknya, Firaun mengklaim dirinya sebagai Tuhan yang berhak disembah. Ketika kezhaliman telah memuncak, saat itulah pertolongan Allah datang. Nabi Musa mengumpulkan para pengikutnya. Menasihati mereka, meneguhkan hati mereka, dan memberikan arahan kepada Musa "Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakkallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri". QS Yunus84. Baca Juga Kisah Asiyah, Wanita yang Diperlihatkan Surga Saat Disiksa FiraunMereka menjawab ucapan Nabi Musa dengan jawaban yang menenangkan beliau. "Kepada Allahlah kami bertawakkal! Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang´zalim". QS Yunus 85.Nabi Musa memerintahkan mereka agar bertawakkal kepada Allah semata. Meminta tolong dan berharap kepada-Nya. Dan Allah pun memberikan jalan keluar untuk mereka semua. Kemudian Nabi Musa memberikan kabar gembira dari Allah kepada kaumnya, "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman". QS Yunus 87.Allah mewahyukan kepada Nabi Musa dan saudaranya, Harun 'alaihimassalam agar ia dan kaumnya membangun rumah yang berbeda dari rumah orang-orang Mesir secara umum. Alasannya, ketika perintah untuk pergi dari Mesir datang, mereka lebih mudah untuk memberi tahu satu dengan yang Selain pertolongan Allah berupa mukjizat, Nabi Musa juga menempuh usaha-usaha nyata seperti ini. Kemudian datanglah perintah, "dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat slat dan dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman." QS Yunus 87.Selama bertahun-tahun, Nabi Musa dan pengikutnya bersabar dan menghibur diri dengan keimanan kepada Allah dan tawakkal. Mereka senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah, meminta tolong pada-Nya dengan salat-salat mereka. Di sisi lain, Firaun dan para pengikutnya semakin menentang dan memusuhi Musa senantiasa berdoa kepada Allah SWT "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami, akibatnya mereka menyesatkan manusia dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". QS Yunus 88.Ibnu Juraij mengatakan, "Firaun tetap hidup selama 40 tahun setelah Nabi Musa mengucapkan doa ini." Tafsir Alqur'an oleh Imam Ibnu Kastir. Lihatlah Nabi Musa, selain bersabar terhadap kaumnya sendiri, betapa sabarnya beliau menghadapi kekejaman Firaun, berdakwah kepadanya, dan berdoa kepada Allah. Tak heran Allah mendudukkan beliau sebagai seorang ulul azhmi. Baca Juga Kisah Julaibib, Sahabat Nabi yang Jadi Rebutan BidadariAllah mengizinkan Nabi Musa dan para pengikutnya untuk keluar dari Mesir menuju Syam. Mengetahui kepergian Musa, kemarahan Firaun semakin memuncak. Ia siapkan pasukannya untuk mengejar Nabi Musa dan pengikutnya. Kejadian ini diabadikan Allah dalam Alquran. "Dan Kami wahyukan perintahkan kepada Musa "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku Bani Israil, karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli". Kemudian Firaun mengirimkan orang yang mengumpulkan tentaranya ke kota-kota. Firaun berkata "Sesungguhnya mereka Bani Israil benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga". Maka Kami keluarkan Firaun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan dari perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya itu kepada Bani Israil. Maka Firaun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit." QS Asy-Syu’ara 52-60.Pada saat Firaun dan pasukannya berhasil menyusul Nabi Musa dan pengikutnya, pengikut Nabi Musa berkata, "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." QS Asy-Syu’ara61.Mereka mengatakan demikian karena melihat di hadapan mereka jalan tertutup oleh lautan. Mereka mengadu kepada Nabi Musa. Kemudian Musa menjawab "Sekali-kali tidak akan tersusul, sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku". QS Asy-Syu’ara 62.Nabi Musa mengucapkan kalimat kuat dengan makna yang jelas. Menunjukkan kedalaman ilmu dan keyakinan terhadap rahmat Allah. Sementara waktu terus membuat jarak Firaun kian mendekat. Dalam keadaan itu, Nabi Musa tetap tenang dan yakin Allah akan menolongnya. Turunlah wahyu kepada Nabi Musa, lalu Kami wahyukan kepada Musa "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. QS Asy-Syu’ara 63.Melihat laut terbelah, Nabi Musa dan pengikutnya bersegera melintasi jalan terbelah itu. Setelah melintasinya, dan pengikutnya yang paling akhir melintas telah keluar dari laut, barulah barisan awal pasukan Firaun memasuki laut. Musa ingin segera memukul laut itu agar kembali ke keadaannya semula. Sehingga Firaun dan pasukannya tidak bisa lewat. Namun Allah memerintahkan, "Dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." QS Ad-Dukhaan 24.Melihat tanda kebesaran Allah dan mukjizat Musa dengan terbelahnya laut, Firaun sadar itu adalah kekuasaan Allah. Bukan sihirnya Musa. Akan tetapi ia membawa mati sifat sombongnya, dalam keadaan demikian ia tetap mengatakan, "Lihatlah! Bagaimana laut menjadi surut, tunduk kepadaku. Aku akan menangkap dua orang hambaku Musa dan Harun yang telah memberontak kepadaku".Firaun dan pasukannya bergegas masuk, melintasi belahan laut yang akan membinasakan mereka. Saat mereka semua telah masuk ke dalam laut, Allah memerintahkan Musa untuk memukul laut dengan tongkatnya. Musa pun melakukan perintah Rabbnya. Laut yang terbelah itu kembali seperti semula. Allah berfirman, "Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar mukjizat dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman." QS Asy-Syu’ara 65-67.Tidak ada seorang pun dari kalangan orang-orang beriman tenggelam. Dan tidak satu pun dari Firaun dan pengikutnya yang bisa selamat. Setelah benar-benar sadar dan yakin akan tenggelam Firaun mengatakan "Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Firaun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas mereka hingga bila Firaun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah". QS Yunus 90.Allah mencelanya dan memberi pelajaran kepada kita semua. Apakah ketika nyawa di kerongkongan dan kebinasaan sudah benar-benar tampak, baru seseorang akan sadar?"Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan." QS Yunus91Allah telah menetapkan hukumnya. Dan membinasakan orang-orang yang berbuat zhalim. "Maka pada hari ini, Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami." QS Yunus 92.Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW datang ke Madinah. Beliau dapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura 10 Muharam. Kemudian beliau bertanya pada mereka, "Hari yang kalian bepuasa ini adalah hari apa?" Orang-orang Yahudi itu menjawab, "Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Firaun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini".Rasulullah lantas berkata, "Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian." Lalu setelah itu Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa." HR. MuslimKisah Nabi Musa ini menunjukkan bahwa Allah menghendaki agar kita merenungkan perjalanan hidupnya. Mengambil pelajaran tentang bagaimana ujian berat yang dialami Musa dan akhirnya sukses berkat keimanan dan tawakkalnya kepada Allah.rhs
loading...Surat al-Washah ayat 23-28 berkisah tentang pertemuan Nabi Musa dengan Nabi Syuaib. Foto/Ilustrasi Ist Surah al-Qashash ayat 1-50 berisi kisah tentang Nabi Musa as mulai dari dilahirkan hingga perlawanannya terhadap Fir’aun . Dalam kisah tersebut terdapat cerita tentang Nabi Musa as menikah dengan salah satu putri Nabi Syu’aib as. Kisah ini terekam dalam QS al-Qashash ayat 23 – 28. Pada ayat 23 Allah SWT berfirmanوَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ“Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan ternaknya, dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat ternaknya. Musa berkata “Apakah maksudmu dengan berbuat begitu?” Kedua wanita itu menjawab “Kami tidak dapat meminumkan ternak kami, sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan ternaknya, sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.” Baca Juga Ayat di atas memulai kisah perjumpaan Nabi Musa as dengan dua perempuan yang sedang menggembala ternak dan hendak memberikan minum ternak mereka. Sebagaimana dapat dibaca dalam terjemah ayat, kedua perempuan tersebut menunggu para penggembala lain agar bisa meminumkan air bagi ternak-ternaknya. Pada ayat sebelumnya diceritakan bahwa Nabi Musa as sedang dalam pelarian dari kejaran tantara Firaun. Di tengah kejaran tersebut, sampailah Nabi Musa as di kota Madyan dan bertemu dengan dua perempuan sebagaimana diceritakan pada ayat dalam Ma’alim al-Tanzil fi Ta’wil al-Quran menyebutkan bahwa kota Madyan diambil dari nama seorang figur bernama Madyan bin Ibrahim. Wildan Imaduddin Muhammad, peneliti di el-Bukhari Institute, dalam laman Tafsir Al-Quran mengatakan tidak ada keterangan terkait apakah Ibrahim yang menjadi bapak Madyan ini adalah Nabi Ibrahim atau bukan. Masih menurut al-Baghawi, keadaan Nabi Musa sesampainya di Madyan tidak memiliki apa pun. Sedangkan ia telah menempuh perjalanan dari Mesir ke Madyan kurang lebih delapan hari delapan keadaan lelah baik secara fisik maupun psikis itulah, nabi Musa as bertemu dengan dua orang perempuan yang sedang menggembala kambing sebagaimana tertera pada ayat. Menurut keterangan al-Thabari dalam tafsirnya, dua perempuan yang ditemui Nabi Musa bernama Layya dan Shafura. Sosok Layya dan Shafura pada ayat ini mencerminkan dua perempuan independen yang mengerjakan pekerjaan “maskulin” pada masa itu. Baca Juga Setelah mengetahui dua perempuan memerlukan bantuan, Nabi Musa as menolong mereka. Hal ini tertuang dalam ayat 24فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ“Maka dia Musa memberi minum ternak kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan makanan yang Engkau turunkan kepadaku.”Menurut Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb ada perbedaan pendapat mengenai cara Nabi Musa as memberikan minum kepada kambing peliharaan Layya dan Shafura. Pendapat pertama mengatakan bahwa Nabi Musa meminta kepada kelompok lelaki yang sedang meminumkan kambing untuk berbagi air sumur dan mereka dengan sukarela membagikan air tersebut kepadanya. Kemudian nabi Musa memberikan air minum untuk ternak Layya dan Shafura. Pendapat kedua, orang-orang yang menguasai sumur dengan sengaja menutup mulut sumur dengan batu besar agar ternak lain tidak bisa minum dari air sumur tersebut. Batu besar yang dijadikan penutup hanya bisa dipindahkan oleh sepuluh orang. Nabi Musa as dengan mudah memindahkan batu tersebut.
Tongkat Nabi Musa 'alaihissalam Nabi Musa alaihissalam adalah tokoh yang paling banyak disebut di dalam Al-Quranul Karim dibandingkan lainnya. Kisah Nabi Musa alaihissalam pun hampir terdapat di setiap surah Al-Quran, terlebih lagi di surah-surah yang ayatnya panjang dan banyak. Siapa yang tidak mengenal sosok Musa alaihissalam? Beliau merupakan tokoh utama menurut agama Yahudi sekaligus diimani 3 agama Samawi Yahudi, Nasrani dan Islam. Ketiga agama Samawi sepakat bahwa Nabi Musa alaihissalam saat kecilnya diasuh oleh Fir’aun, lalu saat besarnya dia melawan Fir’aun yang saat itu berbuat zalim sampai-sampai menganggap dirinya tuhan. Musa berkata "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya Itulah Tuhanmu jika kamu mempergunakan akal." Fir'aun berkata "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan." Asy-Syu’araa’ 28-29 Kesombongannya, ketamakannya, kekejamannya membuat banyak orang takut terhadap Fir’aun, akan tetapi Nabi Musa alaihissalam bersama saudaranya Nabi Harun alaihissalam mendapat tugas dari Allah untuk mendakwahi Fir’aun agar kembali ke jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah di dalam Taurat. Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku; Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; Thaahaa 42-43 Untuk membuktikan kerasulan Nabi Musa alaihissalam, Allah Azza Wa Jalla mengaruniakannya 9 buah mukjizat, dan salah satunya adalah tongkat beliau. Pada tulisan ini akan dibahas sedikit mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quranul Karim. Beberapa fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam Berkata Musa "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya, dan aku pukul daun dengannya untuk kambingku, dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya." Thaahaa 18 Salah satu fungsi tongkat Nabi Musa alaihissalam adalah digunakan untuk berbagai keperluan, salah satunya adalah untuk memukul daun untuk memberi makan kambing beliau alaihissalam. Tongkat Nabi Musa alaihissalam berubah menjadi ular Saat Fir’aun berhadapan dengan Nabi Musa alaihissalam, Fir’aun pun menantang Nabi Musa alaihissalam untuk membuktikan kebenaran ajaran yang beliau bawa. Fir'aun berkata "Datangkanlah sesuatu keterangan yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar." Asy-Syu’araa’ 31 Maka Allah mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk menjatuhkan tongkatnya Dan Kami wahyukan kepada Musa "Lemparkanlah tongkatmu!." Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan. Al-A’raaf 118 Lalu Nabi Musa alaihissalam pun menjatuhkan tongkat beliau yang berada di tangannya. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu menjadi ular yang nyata. Asy-Syu’araa’ 32 Di ayat lain, Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya. Al-A’raaf 107 Tongkat Nabi Musa alaihissalam pun memakan semua tongkat para penyihir Fir’aun yang disihir seolah-olah tampak seperti ular, Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu Asy-Syu’araa’ 45 Maka para tukang sihir Fir’aun pun takjub dan langsung bersujud seraya berserah diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud kepada Allah, mereka berkata "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, yaitu Tuhan Musa dan Harun." Asy-Syu’araa’ 46-48 Tongkat Nabi Musa alaihissalam membelah lautan Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan Nabi Musa alaihissalam untuk pergi bersama orang-orang yang beriman bersamanya pada malam hari. Dan Kami wahyukan perintahkan kepada Musa "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku Bani Israil, karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli." Asy-Syu’araa’ 52 Fir’aun yang mengetahui hal tersebut pun berusaha mengejar Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya, sampai-sampai umat Nabi Musa alaihissalam berkata bahwa Fir’aun akan menyusuli mereka. Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul." Asy-Syu’araa’ 61 Tapi Nabi Musa alaihissalam percaya janji Allah adalah benar bahwa Allah akan senantiasa bersamanya, dan dengan kebulatan tekat Nabi Musa alaihissalam meyakinkan umatnya, Musa menjawab "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku." Asy-Syu’araa’ 62 Lalu Allah pun mewahyukan kepada Nabi Musa alaihissalam untuk memukul lautan dengan tongkatnya, sehingga dengan izin Allah lautan tersebut terbelah begitu besar. Lalu Kami wahyukan kepada Musa "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Asy-Syu’araa’ 63 Maka Nabi Musa alaihissalam bersama umatnya pun melintasi lautan tersebut dengan keselamatan yang diberikan Allah Ta’ala. Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Asy-Syu’araa’ 65 Ketika Nabi Musa alaihissalam dan umatnya sudah melewati lautan itu, maka Allah sengaja membiarkan lautan tersebut tetap terbelah lalu ketika Fir’aun dan bala tentaranya sudah tiba di lautan tersebut, maka Allah pun menutup lautan itu kembali dan alhasil Fir’aun dan bala tentaranya pun ditenggelamkan Allah Ta’ala. dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah tentara yang akan ditenggelamkan." Ad-Dukhaan 24 Pada saat itu barulah Fir’aun meyakini bahwa ajaran Nabi Musa alaihissalam adalah benar dan meyakini bahwa Tuhan yang berhak disembah adalah Allah Azza Wa Jalla Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas mereka; hingga bila Fir'aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia "Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri kepada Allah." Yunus 90 Akan tetapi Allah tidak menerima taubatnya, Apakah sekarang baru kamu percaya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. Yunus 91 Dan Allah menjadikan tubuhnya tetap utuh sampai saat ini agar menjadi pelajaran bagi orang-orang sesudahnya. Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami. Yunus 92 Dan jasad Fir’aun saat ini dapat kita lihat di museum Mesir. Ini adalah salah satu tanda kebenaran Al-Quran dan tidak ada keraguan kepadanya. Itulah penjelasan singkat beberapa hal mengenai tongkat Nabi Musa alaihissalam. Sudah seharusnya kita mengambil banyak hikmah dan pelajaran dari kisah Nabi Musa alaihissalam di dalam Al-Quran, salah satunya adalah bahwa orang yang berada di jalan Allah akan menang dan akan diselamatkan Allah dengan cara Allah, sedangkan orang yang ingar akan kalah dan Allah menyediakan azab baginya. Semoga bermanfaat.
Maghaer Shuaib Tempat Nabi Musa Pernah Tinggal. Mengapa Nabi Musa Sering Disebut Dalam Alquran? JAKARTA - Alquran adalah sumber pedoman bagi seluruh umat manusia tentang bagaimana menjalani kehidupan yang sempurna dan dituntun oleh Tuhan. Salah satu cara menyampaikan panduan ini adalah dengan memberikan contoh orang-orang nyata yang hidup di masa lalu dan merinci kisah hidup mereka yang dapat kita perhatikan dan rencanakan untuk masa depan. Karena itulah kita akan selalu membaca dalam Alquran petunjuk setelah setiap cerita, bahwa kita harus mengambil nasihat dan mengambil pelajaran. Allah SWT berfirman yang artinya “Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, tetapi membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya, menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” QS. Yusuf111 Dalam setiap kisah yang disebutkan dalam Alquran, ada banyak pelajaran. Beberapa di antaranya dapat kita temukan sekarang dan beberapa di antaranya belum kita temukan. Semakin kita hidup, semakin banyak yang bisa kita temukan. Setiap kali kita membaca sebuah cerita, kita dapat melihat sesuatu yang baru terngiang di benak kita seolah-olah baru pertama kali kita membacanya. Ini, tanpa diragukan lagi, adalah sesuatu yang sangat istimewa tentang Alquran karena merupakan kitab Ilahi. Cerita dan pelajaran Dari semua kisah bangsa dan nabi sebelumnya, kisah Nabi Musa dan Bani Israel memiliki sejumlah pengalaman. Pengalaman yang sangat kaya ini dapat bermanfaat bagi orang-orang, yakni di tingkat kepemimpinan, di tingkat individu, dan di tingkat komunitas. Kisah Nabi Musa tidak hanya berhubungan dengan dia sebagai pribadi, namun itu berkaitan dengan seluruh bangsa yang diselamatkan Tuhan dari tirani dan kehinaan. Kisah tersebut menceritakan banyak kejadian tentang bagaimana mereka diselamatkan, bagaimana seorang individu seperti Nabi Musa dapat melawan seorang tiran besar seperti Firaun, dan bagaimana rezim seperti itu mencoba menodai citra Nabi Musa, yang secara simbolis merupakan satu-satunya suara keberatan di negara itu. Kisah ini juga menceritakan kepada kita bagaimana Musa memenangkan para penyihir ke sisinya ketika mereka menyadari kebenaran, bagaimana Musa memimpin Bani Israel melalui laut ke tempat tinggal yang aman, bagaimana Firaun dan pengawalnya mencoba menodai citra komunitas kecil yang beriman. dan memalsukan kebohongan terhadap mereka, dan bagaimana Allah menjaga Bani Israil di gurun tandus dan mempermalukan musuh mereka dengan tenggelam di laut.
kisah bergurunya nabi musa alaihissalam disebutkan dalam alquran surah