LutungKasarung merupakan kisah pantun yang terkenal di kalangan masyarakat Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Kisah ini mengisahkan perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan ke bumi dalam wujud seekor lutung, yaitu kera hitam berekor panjang. Ketika sampai di bumi, ia tersesat di tengah hutan.
LutungKasarung mapah ka tempat anu sepi teras anjeuna ngalakukeun semedi. Manehna menta hiji hal ka Dewata. Ieu ngabuktikeun yen Lutung Kasarung teh sanes makhluk biasa. Dina semedi eta, taneuh nu aya di dekeut Lutung kasarung barobah jadi hiji telaga alit, cai na herang kacidaan. Cai na ngandung ubar anu seungit pisan.
NaskahLutung Kasarung (Cerita Rakyat) Naskah drama "Lutung Kasarung" ini asli buah fikir dari Penulis dan teman-teman Penulis. Yaitu yang disusun oleh: Siti Maryam, Riesma Kinasih, dan Riski Tamarta Ningtias. Bagi kalian yang ingin copy paste naskah drama ini, silahkan izin terlebih dahulu.
DramaLutung Kasarung dalam Bahasa Inggris Drama Lutung Kasarung There used to be a just and wise king Prabu Tapa Agung name. He was awarded seven daughters. Respectively they are Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik, Purbaleuih, and the youngest Purbasari. The seven teenage daughter is married and everything is beautiful.
Naskahdrama lutung kasarung dalam bahasa inggris. Lutung kasarung (drama humor) once, in a kingdom in the old days of java, it is almost all the . Jul 03, · drama lutung kasarung drama ini gue mainin saat gue kelas 10, naskah aslinya cuma di copy paste dari internet. Tonton drama tradisional berjudul lutung kasarung kemudian buatlah ulasan
Naskahdrama adalah sebuah teks yang berisikan dialog dengan gambaran karakter-karakter tokoh di dalamnya, berfungsi sebagai naskah sastra (untuk dibaca) atau naskah untuk dipentaskan. Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan. Terdapat unsur-unsur intrinsik dalam drama, yakni:
Naskahdrama "lutung kasarung" bahasa sunda, untuk 8 orang! Naskah drama bahasa sunda lucu bikin ngakak. Contoh Naskah Drama Bahasa Sunda 3 Orang Temukan Contoh . Drama komedi lucu dina hiji poe di ayakeun lomba kuis di lembur benteng jaya. Contoh naskah drama sunda. Jika anda menginginkan durasi yang lebih panjang, anda bisa menambahkan
tgC3. Lutung Kasarung Dahulu kala ada seorang ratu yang adil dan bijaksana ia bernama Purba Tapa Agung, ia pun memiliki 2 orang putri yang sangat cantik mereka adalah Purbasari si sulung dan Purbararang si bungsu. Suatu hari sang ratu merasa risau karena sampai saat ini belum menemukan pewaris tahta yang tepat untuk menggantikannya. Ratu Purba Duh gusti, umurku sudah lanjut usia. Tapi sampai detik ini belum ada anakku yang pantas untuk mewarisi dan meneruskan pekerjaan ini. Dayang! Dayang Ada apa paduka ratu? Ratu Purba Panggilkan penasihatku, Sunan Ambu. Dayang Baik paduka. Kemudian, Sunan Ambu masuk. Ratu Purba Penasihatku, bagaimana ini? Umurku sudah semakin tua tetapi belum ada anakku yang pantas untuk mewarisi tahtaku. Sunan Ambu Wahai ratu yang baik, janganlah risau. Sudah saatnya kamu beristirahat. Tinggalkanlah istana. Dan berikanlah tahta itu kepada putri bungsu Purbasari. Laksanakanlah keinginanmu untuk jadi petapa. Ratu Purba Baik jika itu memang keputusan yang terbaik. Keesokan harinya.. Ratu Purba Dayang kemarilah! Panggilah kedua putriku kemari. Dayang Baik paduka. Hormat kami ibunda! Ratu Purba Bangunlah wahai putrid-putriku. Hari ini telah ibunda tetapkan, bahwa yang akan mewarisi tahta kerajaan ini Adalah Purbasari. Purbasari Mohon ampun ibunda. Tetapi, bukankah sebaiknya yang menjadi ratu dan yang mewarisi tahta kerajaan ini adalah kakanda Purbararang? Karena ia lebih pantas dibandingkan ananda. Indrajaya Mohon ampun ratu! Benar yang dikatakan Purbasari, bahwa Purbararang lah yang lebih pantas dibanding Purbasari. Ratu Purba Tidak, Purbasari lah yang lebih pantas! Ibunda percaya bahwa purbasari bisa menjadi teladan bagi rakyatku di kerajaan ini. Apakah kau tidak merasa keberatan Purbararang bila Purbasari yang menjadi Ratu di istana ini? Purbararang Tentu tidak ibunda, walaupun ananda ingin menjadi ratu di istana ini, tetapi jika ibunda telah memutuskan akan ananda terima dengan lapang dada. Ratu Purba Patih, beritakanlah pada seluruh pelosok negeri bahwa Purbasari akan menjadi ratu di kerajaan ini! Patih Baik, paduka ratu! Ratu Purba Baiklah, sekarang pergilah kalian untuk beristirahat. Dan untuk kamu Purbararang terima kasih telah menerima keputusan yang ibunda buat. Di sebuah ruangan, Purbararang tampak mondar-mandir kebingungan. Indrajaya Apa yang sedang adinda lakukan? Purbararang Adinda sedang mencari akal, bagaimana cara untuk mencelakai Purbasari. Agar ia tidak menjadi pewaris tahta kerajaan Pasir Batang ini. Indrajaya Adinda tidak perlu khawatir lagi, karena kanda telah menyediakan sebuah boreh yang bisa membuat Purbasari hitam kelam dan buruk rupa. Purbararang Ide yang sangat bagus kanda, karena adinda sudah tak sanggup lagi dibuatnya menderita. Ketika penjaga istana sedang beristirahat, purbararang dan Indrajayapun memasuki kamar Purbasari. Purbararang Ayo cepat taburkan boreh itu kanda! Indrajaya Iya dinda, tunggu sebentar! Nah, sudah selesai. Selesai dari itu semua, merekapun keluar dari kamar purbasari. Kesokan harinya, purbasari terbangun dari tidurnya dan mengambil cermin yang ada di atas mejanya. Purbasari Gusti, apa yang telah terjadi dengan wajahku? Mengapa kau datangkan penyakit yang aneh ini? Di sebuah ruangan, berkumpulah para penghuni istana karena telah mengetahui penyakit yang aneh itu. Purbararang Ibunda, ananda tidak ingin bila purbasari masih tinggal di istana ini karena dikhawatirkan penyakitnya akan menular kepada seluruh penghuni Pasir Batang ini. Indrajaya Betul yang di katakan Purbararang ratu, apakah ratu ingin semua rakyat tertular dengan penyakitnya yang aneh itu? Asingkan saja ia ke hutan! Ratu Purba Purbasari putriku, Ibunda tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin kau akan ibunda asingkan sementara ke hutan. Karena ibundapun tak kuasa bila melihat penduduk Pasir Batang ini menderita. Seperti yang dikatakan Purbararang dan Indrajaya. Maafkan ibunda putriku! Purbasari Tidak apa ibunda! Ananda ikhlas bila harus meninggalkan istana dan tinggal di hutan mohon doanya ayahanda! Purbararang Patih cepatlah bawa dia pergi dari sini. Aku sudah tidak kuat melihatnya. Patih Baik putri Purbararang, saya akan membawa putri Purbasari jauh dari sini. Sesampainya di hutan.. Patih Tuan putri, bersabarlah! Jadikan pembuangan ini sebagai kesempatan bertapa memohon perlindungan dan kasih sayang para penghuni kahyangan. Purbasari Baik Patih, akan selalu ku ingat petuahmu itu. Patih Jangan khawatir! Lengser akan sering kemari dan mengirim persediaan. Purbasari Terima kasih Patih! Sementara di istana. Ratu Purba uhukhukuhuk! Dayang Apa yang terjadi paduka prabu, mengapa paduka sampai batuk darah seperti ini? Ini ada obat, silahkan diminum! Ratu Purba Terima kasih, Dayang. Biarkan aku rehat sejenak. Dan tolong panggilkan penasehatku. Dayang Baik, paduka ratu. Sunan Ambu Wahai ratu Purba, apakah kau sudah memutuskan pewaris tahta selanjutnya? Ratu Purba Belum. Aku sendiri sedang bingung dengan pewaris tahtaku karena Purbasari calon pewaris tahtaku kini sudah diasingkan ke hutan. Apakah aku harus menjadikan Purbararang sebagai ratu? Sunan Ambu Ya. Aku sudah mendengar kabar tentang putri Purbasari diasingkan ke hutan. Tetapi, sungguh aku tidak mempercayai kerajaan ini kepadanya. Biarkanlah kita menunggu putri Purbasari sembuh. Bukankah Lengser selalu menjaganya? Ratu Purba Benar, Sunan Ambu. Tetapi, akankah Purbasari akan sembuh? Sunan Ambu Semoga saja. Tenanglah paduka ratu. Selama putri Purbasari belom sembuh dan kembali ke kerajaan. Bersabarlah sedikit demi kerajaan ini dan aku akan membantumu. Ratu Purba Terima kasih, Sunan Ambu. Sunan Ambu Baik, paduka ratu. Hamba mohon undur diri supaya paduka bisa beristirahat. Di hutan. Purbasari Fuuhh.. fuuhh.. Akhirnya aku berhasil membuat api unggun sebagai penghangatku bermalam ini. *kresek kresek* Purbasari Hah! Siapa disana? Lutung Namaku Lutung. Purbasari Namaku Purbasari. Dimana kau? Aku tak dapat melihatmu karena di hutan ini begitu gelap. Keluarlah dari semak-semak. Lutung Tidak. Jika aku keluar. Maka kau akan terkejut. Purbasari Tak apa. Keluarlah. Lutung pun keluar dari semak-semak. Purbasari pun terkejut. Lutung Apakah aku terlalu menakutkan sehingga kau sangat terkejut seperti itu? Purbasari Tidak. Lalu, apakah kau tidak takut denganku yang penuh dengan boreh ini? Lutung Tentu tidak. Purbasari Apakah kau tinggal di hutan ini? Lutung Ya. Aku tinggal disini. Apakah kau juga tinggal disini? Tetapi, sepertinya tidak karena aku tidak pernah melihatmu. Purbasari Tidak. Aku adalah putri kerajaan Pasir Batang yang baru saja diasingkan ke hutan karena penyakit kutukan yang aku dapat ketika aku terbangun pagi ini. Lutung Mohon ampun tuan putri karena hamba telah lancang berbicara denganmu. Purbasari Bangunlah. Bagaimana denganmu? Kau tampak seperti manusia yang menyerupai kera. Apakah itu juga kutukan? Lutung Iya, ini adalah sebuah kutukan. Tapi kau sepertinya bukan kutukan. Lihat ada beberapa bubuk sisa disekitar wajahmu. Aku yakin itu adalah bubuk hasil tanaman Gympie. Purbasari Benarkah? Apakah ini bisa disembuhkan? Lutung Tentu tuan putri. Basuhlah wajahmu dengan air yang ada di jamban salaka itu. Beberapa saat kemudian. Purbasari Wajahku, terima kasih gusti kau telah memberikan kecantikanku kembali. Lutung! Lutung! Wajahku, lihat wajahku! Lutung Putri purbasari, kau cantik sekali Purbasari Terima kasih lutung, tapi kau terlalu memuji ku. Peristiwa di dalam hutan itu akhirnya terdengar lebih dahulu ke penasihat kerajaan, Sunan Ambu. Sunan Ambu Hai, Aki! Apa yang telah terjadi di hutan? Mengapa sangat menjadi buah bibir warga? Aki Anu, hutan kini menjadi taman. Ada jamban salaka yang sangat Indah dan belum lagi pimpinan seekor lutung yang sangat besar. Seekor lutung itu menyebabkan kami tidak berani memasuki taman itu. Sunan Ambu Benarkah? Aki Iya. Dan menurut warga yang lain, lutung yang besar itu berteman dengan putri Purbasari. Sunan Ambu Terima kasih Aki. Di kerajaan. Sunan Ambu Dayang, apakah paduka ratu ada dan bisa ditemui? Dayang Tentu. Beliau sedang beristirahat dikamarnya. Sunan Ambu Bagaimana dengan kondisinya? Dayang Kondisinya sedikit demi sedikit mulai membaik. Sunan Ambu Syukurlah. Dayang tolong sampaikan kepada paduka ratu bahwa hutan kini menjadi taman. Ada jamban salaka yang sangat Indah dan terdapat pimpinan seekor lutung yang sangat besar. Seekor lutung itu menyebabkan para warga tidak berani memasuki taman itu. Dan lutung yang besar itu berteman dengan putri Purbasari. Dayang Baik Sunan Ambu. Dayang menyampaikan ke ratu purba. Dayang Baginda ratu, Sunan ambu menyampaikan bahwa hutan kini menjadi taman. Ada jamban salaka yang sangat Indah dan terdapat pimpinan seekor lutung yang sangat besar. Seekor lutung itu menyebabkan para warga tidak berani memasuki taman itu. Dan lutung yang besar itu berteman dengan putri Purbasari. Ratu Purba Benarkah kabar itu adipatih? Patih Benar baginda ratu. Setiap hari saya mengunjungi hutan untuk memastikan kondisi putri Purbasari. Putri Purbasari kini telah menjadi cantik kembali karena lutung itu dan telah berteman dengannya. Purbararang Ibunda, apakah ibunda akan tetap menjadikannya seorang ratu jika Purbasari saja berteman dengan seekor siluman kera yang buas dan tidak jelas asal-usulnya. *Ratu pingsan* Semua panik. Purbararang Patih, Patih kemarilah! Patih Hamba hadir putri. Purbararang Patih, pergilah ke hutan. Sampaikan pada Purbasari bahwa saya menantangnya berlomba beradu kecantikan . Dan apabila warga menentukan bahwa saya yang lebih cantik maka ia akan di hukum pancung. Patih Baik tuan putri. Di hutan. Dayang Tuan putri, putri Purbararang menantang putri Purbasari. Purbasari Ayo katakan, katakan yang ingin Patih katakan. Patih Putri Purbararang menantang tuan putri beradu kecantikan. Dan apabila warga memilih bahwa putri Purbararang lah yang lebih cantik maka tuan putri akan di hukum pancung. Purbasari Kalau nasib saya harus mati muda, saya rela. Begitu bencikah Beliau kepada saya? Patih Mohon kesabarannya tuan putri. Tenang saja tuan putri, hamba yakin kau akan memenangkan perlombaan ini. Purbasari Terima kasih adipatih. Kabar perlombaan ini pun terdengar hingga ke kerajaan karena Patih yang memberitahu sang ratu. Ratu Purba Benarkah Patih bahwa Purbararang menantang Purbasari? Patih Benar baginda ratu. Ratu Purba Bagaimana ini Sunan Ambu? Kenapa putri-putriku jadi seperti ini? Sunan Ambu Biarkanlah baginda. Biarkan mereka berlomba seperti itu. Lagipula, perlombaannya terbuka jadi kita dan semua warga dapat menyaksikan perlombaannya bukan? Dan kita juga melihat secara langsung siapakah yang pantas menjadi ratu? Ratu Purba Baiklah jika seperti itu. Aku akan menghadiri perlombaan tersebut. Keesokan harinya Purbararang dan semuanya memasuki hutan. Purbararang Wahai penduduk Pasir Batang. Siapakah yang paling cantik antara kita berdua? Rakyat Putri Purbasari. Purbararang Baik, Purbasari marilah kita bertanding rambut. Siapa yang paling panjang rambutnya, dia menang. Lepas sanggulmu! Lengser Ternyata pemenangnya adalah Putri Purbasari !! Purbararang Hai orang-orang Pasir Batang, masih ada satu pertandingan yang tidak mungkin dimenangkan oleh Purbasari. Purbasari Pertandingan apa itu kakanda? Purbararang Dengarkan! Dalam pertandingan ini kalian harus membandingkan siapa diantara calon suami yang lebih tampan. Lihat kepada tunangan saya Indrajaya! Tampankah ia? Rakyat Tampan gusti ratu ! Purbararang Lebih keras, tampankah ia? Rakyat Tampan gusti ratu ! Purbararang Purbasari, sekarang kamu tidak bisa lolos. Kita akan bertanding membandingkan calon suami. Calon suamiku adalah Indrajaya yang tampan dan gagah itu. Siapakah calon suamimu? Indrajaya Siapa lagi kalau bukan lutung besar itu ! Purbasari Memang yang seharusnya menjadi calon suamiku lutung ! Berubahlah lutung kasarung menjadi pemuda yang tampan dan gagah. Guruminda Ratu kalian yang sebenarnya, purbasari. Telah mengatakan bahwa saya sudah seharusnya menjadi calon suaminya. Sebagai calon suaminya, saya harus melindungi dan membantunya. Tahtanya telah di rebut oleh Purbararang. Sebagai tunangan Purbararang, memang kau berada di pihaknya, Indrajaya! Oleh karena itu, marilah kita berperang tanding ! Dan akhirnya indrajaya pun kalah dan berlutut bersama purbararang di hadapan Guruminda dan Purbasari. Indrajaya Mohon ampun baginda. Purbararang Maafkan saya juga Purbasari. Patih Tuan putri, menurut hamba sebaiknya mereka dihukum saja karena sudah membuat tuan putri menderita selama ini. Dayang Benar tuan putri. Saya setuju dengan adipatih. Purbasari menangkap Purbararang yang sedang berlutut dan mengajaknya untuk berdiri. Purbasari Aku tidak akan menghukum kakakku sendiri, kakanda boleh tetap jadi ratu asalkan kakanda berjanji akan memimpin rakyat dengan sebaik-baiknya. Purbararang Kau memang sangat baik hati, setelah semua kejahatan yang aku lakukan kau dengan mudah memaafkanku. Kaulah yang seharusnya menjadi ratu. Kakanda sekarang sadar, mahkota ini lebih pantas berada di kepalamu. Maafkan aku Purbasari. Purbasari Dari sejak dahulu, aku telah memaafkan kakanda. Purbararang Ibunda maafkan putrimu yang jahat ini bunda. Ratu Purba Karena Purbasari telah memaafkanmu maka ibunda juga telah memaafkanmu. Dan akhirnya semua bahagia
Lutung Kasarung Pada jaman dahulu kala di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Prabu Tapa Agung mempunyai dua orang putri cantik yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari. Pada saat mendekati akhir hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya sebagai pengganti. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa. Purbasari memiliki kakak yang bernama Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda memilih aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang bernama Indrajaya. Kegeramannya yang sudah memuncak membuatnya mempunyai niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga saat itu juga tiba-tiba kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya alasan untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk seperti dia tidak pantas menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang. Kemudian ia menyuruh seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan membuatkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa pasti akan selalu bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari. Selama di hutan ia mempunyai banyak teman yaitu hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian kepada Purbasari. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi ia mau menurutinya. Tak lama setelah ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. Di istana, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang tidak mau kehilangan muka, ia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi karena terus didesak ia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang. “Baiklah aku kalah, tapi sekarang ayo kita adu tampan tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gelisah dan kebingungan. Akhirnya ia melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melonjak-lonjak seakan-akan menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Jadi monyet itu tunanganmu ?”. Pada saat itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berubah menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut melihat kejadian itu seraya bersorak gembira. Purbararang akhirnya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dihukum. Purbasari yang baik hati memaafkan mereka. Setelah kejadian itu akhirnya mereka semua kembali ke Istana. Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang pemuda idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini selalu mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung. Sumber Naskah Drama Komedi Lutung Kasarung Babak 1 Di sebuah Kerajaan di Sumatra Barat, terdapat seorang Raja yang bijaksana, perhatian, baik, pandai, ulet, kerja keras, dan lain sebagainya yang bernama Prabu Tapak Agung. Beliau memiliki dua orang puteri Nan cantik dan Imut bernama Purbabarang yang biasa dipanggil “Barang” dan Purbasari yang biasa dipanggil “Sari”. 1. Raja Prabu “Putri-putriku yang manis, ayahmu yang tampan ini ingin melihat kalian.” 2. Sari “Baik ayahanda.” menunduk memberi salam kepada ayahnya 3. Raja Prabu “Di mana kakakmu, Sari?” 4. Barang masuk ke istana Raja dengan berpakaian ala modern “ahoi, ayahanda, ada apa dikau mencari hamba?” 5. Sari ”Kakak, sopanlah sedikit kepada ayah!” 6. Barang “Apa-apaan kamu? Mau melawan saya!” mengeluarkan sarung tinju dari tas 7. Raja Prabu “Hentikan kalian berdua! Huff… ayahmu ini sudah tua… sekarang ayahanda memanggil kalian karena suatu alasan. Sebenarnya, ayah… ingin mencari istri baru dan berwisata mancanegara” 8. Sari dan Barang “APA!” 9. Raja Prabu “ya begitulah sebenarnya alasan ayahanda memanggil kalian berdua. Karena itu ayah ingin menitipkan takhta kerajaan kepadaMu” menunjuk Sari 10. Barang “Whad?? Oh please deh! Masa takhta kerajaan di kasih ke kerdil ini?menunjuk Sari, By the way ayahanda, Saya kan putri sulung, seharusnya kan saya yang lebih pantas jadi Ratu, githu lowww!” 11. Raja Prabu “Ya pokoknya ayah maunya Sari yang jadi Ratu berwatak cengeng Papa tidak mau tahu, yang penting apa yang telah papa kataka sudah menjadi perintah.” Perkataan Raja Prabu membuat Barang marah, sehingga Barang memutuskan untuk pergi dari Kerajaan Babak 2 Akhirnya Barang pergi ke sebuah Gunung. Di sana ia menemui seorang nenek Lampir. 12. Nenek lampir “Ada apa nak engkau datang ke tempatku? Hihihihi…” 13. Barang “Nenek, saya ingin nenek mengutuk Purbasari saudara saya agar ia menjadi orang terjelek yang paling jelek dari yang terjelek sedunia.” 14. Nenek Lampir “Baiklah nak, tapi mana bayaran nenek?” 15. Barang “haaa! Baiklah, ni seribu rupiah buad nenek.” mengeluarkan dari kantong 16. Nenek lampir “eleee, kepiye toh, seribu ma tidak cukup kali buad jampi-jampi. Siniin semua duit lo!” 17. Barang waah nenek, gaul juga ya. Nenek, saya mohon jampi-jampiin Sari ya.” Pergi meninggalkan gunung 18. Nenek Lampir memulai ritual “ohm bala bala chiki-chiki bum-bum, Sari nan bullet chiki-chiki bum-bum, jadilah terjelek dan amit-amit bum-bum” menari dengan tarian yang aneh Babak 3 Kemudian Barang kembali ke istana, di sana ia melihat ayahanda yang siap berlayar mancanegara dengan pakaian casualnya. Di sampingnya terdapat Sari yang mendampingi ayahnya dengan penuh perhatian. Esok harinya. 17. Sari “Tidaaakkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!” 18. Barang “Kenapa Sari?! syok melihat keadaan Sari haaaaaa!” 19. Sari “Kak, kulitku menjadi sangat bersisik dan mukaku menjadi seekor ikan buntel, kak!” 20. Barang Berbicara di dalam hati “Ini kesempatanku untuk mengusir Sari.” Pengawal istana masuk ke dalam kamar Sari 21. Pengawal “Yang mulia Sari, kenapa bisa begini? Apa yang terjadi?” 22. Barang “Orang yang dikutuk seperti Sari tidak boleh menginjakkan kaki di istana ini. Pengawal, usir dia!” Para pengawal kemudian mengasingkan Ratu Sari ke sebuah Hutan. Babak 4 Karena tubuh Sari yang begitu jelek dan menjijikan, sehingga semua pengawal meninggalkannya begitu saja di hutan belantara. Sari sangat sedih karena tidak ada seorang pun manusia dan binatang-binatang yang ingin menemaninya. Ia selalu merasa terkucilkan setiap harinya. Suatu hari, seekor monyet datang menghampiri Sari yang sangat kelaparan. 23. Sari “Terima kasih monyet, karena hanya engkaulah satu-satunya temanku di hutan ini.” Menitikkan air mata dan FREEZE 24. Narator “Hati sang monyet bergetar Bergoyang-goyang ala matriks dan membaca dengan nada hiperbola sang monyet tidak rela meninggalkan putri yang buruk rupa tersebut. Tersadarlah hati Sang monyet untuk menolong putrid nan pendek, bulad, jelek, bersisik, dan bermuka ikan tersebut. Sari dan monyet keluar dari panggung, Barang dan pengawal lainnya masuk ke panggung Kemudian di istana, suasana telah berubah. 25. Barang berpesta ria dengan berdansa R&B “hey kalian, mari kita berdansa ria! Hahahahaha….” 26. Pengawal “it’s fun. We like it man.” 27. Barang “hmmm.. aku mulai khawatir dengan keadaan Sari, aku ingin sekali melihat keadaan dia.” Babak 5 Setiap hari di istana selalu mengadakan pesta-pesta modern, sehingga keadaan istana menjadi kacau. Di waktu yang sama, Sari selalu ditemani sang monyed, ia merasa sangat bahagia bila berada di sisi sang monyet. 28. Sari “Monyet, terima kasih karena engkau bersedia menemaniku hingga hari ini.” 29. Monyet “ menunjuk kearah danau 30. Sari “kenapa nyed-nyed? Ada sesuatu yang anehkah di danau tersebut?” pergi menuju ke danau 31. Monyed menceburkan Sari ke danau “Nguikkkkk…” 32. Sari “kamu nakal sekali yah, menceburkan aku ke danau!” jengkel dan akhirnya menarik monyet tersebut ke danau 33. Monyet “nguk..nguk..nguk..” perlahan-lahan wujud Sari berubah menjadi cantik dan Sang monyet berubah menjadi manusia 34. Sari “huaaaaa! Siapa kamu???” Kemudian Barang berkunjung ke hutan dan melihat Sari yang telah berubah menjadi sangad cantik bersama seorang pria tampan di sebelahnya. 35. Monyet “kenalkan putri Sari, nama saya Lutung, LutungKasarung.” 36. Barang memotong pembicaraan “Apa-apaan ini? Aku hendak mengunjungimu Sari. Tapi yang kulihat. Kalian berdua sedang mandi bersama! Kaget, dan mendadak sakit jantung kemudian meninggal 37. Sari mencekik kakaknya yang jatuh “kakak, kakak salah paham! Huaaaaa…..” 38. Pengawal semua pemain dalam posisi FREEZE kecuali pengawal “Ya karena puteri Prabubarang telah meninggal maka dari itu sekarang takhta kerjaan berpindah alih ke puteri Prabusari.” 39. Sari “heeee???” 40. Monyet “Puteri terimalah takhta kerajaanmu dan perbaikilah seisi istana agar menjadi lebih baik.” 41. Sari “Terima kasih, Lutung.” Babak 6 Setelah kematian kakaknya, Istana R&B berubah ,menjadi sebuah istana yang makmur dan damai. Putri Purbasari memimpin Kerajaan bersama dengan Lutung Kasarung, pria idamannya yang telah dibayangkan sejak kecil. Dan setelh itu mereka berdua hidup bahagia. Sedangkan Raja Prabu berhasil mendapatkan istri baru dan melanjutkan Wisata mancanegara mereka ke Puau Hawai untuk berbulan madu. Untuk lebih lengkapnya silahkan download langsung di bawah ini Cerita_dan_Naskah_Drama_Komedi_Lutung_Kasarung
Uploaded byMaiza Maysara 0% found this document useful 0 votes428 views5 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes428 views5 pagesNaskah Drama Lutung KasarungUploaded byMaiza Maysara Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
LUTUNG KASARUNG Alkisah pada zaman dahulu kala di Tatar Pasundan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Prabu Tapak Agung mempunyai seorang istri yang dikaruniai dua orang putri yang kini sudah dewasa dan sangat cantik jelita. Akan tetapi, sifat kedua putrinya sangatlah berbeda. Kedua putri tersebut bernama Purbararang dan adiknya Purbasari. Hingga akhirnya pada suatu hari, sang permaisuri Prabu merasa cemas karena usia sang prabu sudah terlalu tua untuk memimpin kerajan di negeri ini. *intro* Adegan 1 Di kamar Istri Prabu “sambil memegang bahu Kanda, sepertinya usiamu sudah tua untuk memimpin kerajaan ini. Bagaimana jika kita serahkan saja kerajaan ini kepada salah satu putri kita?” Prabu Tapak Agung “sambil batuk Ukhukhuk.. Kamu benar Dinda, sebaiknya kita serahkan tahta ini kepada Purbasari putri sulung kita.” Istri Prabu “Tapi bagaimana dengan Purbararang? dengan wajah bingung.” Prabu Tapak Agung “Hem.. Kita sudah merawat mereka sejak kecil, jadi kita sudah tahu sifat-sifat mereka. Dan menurutku Purbasarilah yang pantas untuk meneruskan tahtaku.” Adegan 2 Prabu Tapak Agung keluar dari kamarnya untuk memberitahu kedua putrinya Prabu Tapak Agung “Dayang kemarilah! Panggillah kedua putriku kemari!” Dayang 1 “Baik Tuan.”Dayang bergegas memanggil Purbararang dan Purbasari Purbararang dan Purbasari pun menghadap kepada Ayahandanya. Bergegas Sang istri Prabu pun keluar dari kamarnya, dan mendengar percakapan suami dengan anak-anaknya Purbasari “Ada apa Ayahanda memanggil kami berdua kemari?” Prabu Tapak Agung “Begini putriku, usia Ayah sudah semakin tua untuk memimpin kerajaan ini. Ayah akan menyerahkan tahta ini kepada Purbasari.” Purbararang “APA..! Ayah akan menyerahkan tahta kerajaan ini kepada Purbasari, semantara aku adalah anak pertamamu. ” dengan wajah memerah Prabu Tapak Agung ”tetapi purbararang sifat mu tidak mendukung dalam memerintah Kerajaan” Purbararang ”tetapi yah!” Prabu Tapak Agung ”kau harus menurut purbararang” Purbararang ”Ayah tak adil!” Akhirnya purbararang pergi kemudian prabu tapak agung pun sesak nafas Prabu Tapak Agung sambil memegang dada sebelah kiri karena sesak nafas dan terjatuh Istri Prabu dan Purbasari menangis tersedu-sedu “Ayah.. Ayah…” Purbasari “Ayah.. Ayahanda jangan pergi, bangunlah jangan tinggalkan kami.” sambil nangis tersedu-sedu Prabu Tapak Agung “Purbasari,kau yang akan meneruskan tahta Kerajaan ini” sambil memegang tangannya Istri Prabu menangis dan merangkul tubuh sang suami “Kanda bangunlah, jangan tinggalkan Dinda.” Ayah Purbararang dan Purbasari pun meninggal dunia karena serang jatung. Adegan 3 Di hutan Akhirnya setelah kematian Prabu Tapak Agung,seminggu sebelum penobatan Purbasari menjadi seorang Ratu, Purbararang mempunyai niatan jahat untuk mencelakakan adiknya. Ia bersama tunangannya pergi untuk mencari seorang Nenek Sihir di tengah hutan dengan harapan dapat membantunya dalam menjalankan niat jahat Purbararang menggagalakan penobatan Purbasari sebagai seorang Ratu kerajaan. Purbararang “Kakang, ayo cepatan jalannya.” sambil menarik tangan Indrajaya Indrajaya “Sabar Dinda, ini sedang jalan.” dengan nada sedikit marah Sampailah mereka ditengah hutan dan mereka pun menemukan rumah Nenek Sihir. Purbararang “Kakang look it! Sepertinya kita telah menemukan rumah Nenek Sihir itu. Ayo cepat kita kesana.” sambil bergegas menuju rumah nenek sihir Indrajaya “Iya sudah, lest go Dinda.” sambil memegang pergelangan tangan Purbararang Tiba-tiba keluarlah Nenek Sihir itu, dengan membawa tongkat saktinya. Nenek Sihir tertawa “Hihihi.. Sedang apa kalian datang kemari?” Indrajaya ketakutan, bersembunyi dibelakang pundak Purbararang “Dinda, ayo kita pulang saja.” Nenek Sihir “Jangan takut anak muda, aku tahu maksud kedatangan kalian kemari. Kalian pasti ingin mencelakan seseorang.” Indrajaya “Wah.. Nenek ini hebat sekali ya. Belum dikasih tahu maksud dan tujuan kami kemari, tapi Nenek sudah tahu.” Nenek Sihir sambil memberikan ramuan yang telah yang dibuatnya Ini, berikan ramuan ini kepada Purbasari. Dia akan mengalami kulit yang melepuh. Purbararang tersenyum pahit “Terima kasih Nek, Ini ada kepingan emas untukmu.” Setelah mendapatkan ramuan itu Purbararang dan Indrajaya bergegas pulang menuju kerajaan. Adegan 4 Di dapur Haripun sudah mulai gelap, tiba waktunya untuk makan malam bagi keluarga kerajaan. Dayang pun menyiapkan makanan untuk santapan makan malam. Purbasari ”Dayang.. sudah siapkah makanannya?” dengan nada lembut Dayang “Enggih putri, sebentar lagi siap makanannya. Tungguhlah sebentar.” Purbararang “Sebentar Bunda, aku akan membantu dayang untuk menyiapkan makanan.” tersenyum sok manis Tanpa sepengetahuan Dayang, Purbararang memberikan ramuan yang diberikan Nenek Sihir. Dan Purbararang membawakan makanan menuju meja makan. Purbararang “Silahkan dinikmati adikku.” sembari menyajikan makanan didepan meja makan Purbasari Purbasari “ Terima kasih Kak.” tersenyum manis Mereka pun menikmati hidangan makan malam. Hingga keesokan harinya, di Kerajaan pun santar terdengar heboh bau amis yang menusuk hidung. Ternyata bau amis dan busuk tersebut berasal dari kamar Purbasari. Istri Prabu “Pengawal bau amis dan busuk apakah ini?” sambil menutupi hidungnya Dayang 2 “Bau ini berasal dari kamar Purbasari, Permaisuri.” Istri Prabu “Tidak mungkin! Bau ini berasal dari kamar Purbasari. Purbasari adalaha putri yang bersih dan wangi.” sambil mengoceh Dayang 2 “Iya sudah mari kita kesana untuk membuktikannya.” *Intro* Adegan 5 Di kamar Purbasari Semakin dekat menuju kamar Purbasari, semakin tercium aroma amis dan busuk dari Purbasari. Sampai-sampai keluarga kerajaan pun hampir tidak kuat untuk mencium aromanya. Dayang 2 masuk kamar Purbasari “Tuan Putri ? .” Purbasari dengan keadaan takut dan bingung, karena keadaan kulitnya yang membusuk “Haduh bagaimana ini? Purbararang “Wah ternyata bau itu berasal dari tubuh Purbasari, Bunda?” Usir saja dia dari kerajaan ini daripada menimbulkan resah masyarakat!” dengan nada marah Istri Prabu berfikir sejenak “Kau benar Purbararang. Patih, bawa dia pergi dari kerajaan ini sebelum rakyat mengetahui hal ini.” Purbasari “Tapi.. Bunda?” sembari memelas, melutut dikaki Bunda Purbararang “Pergi kau! Kau tak pantas berada disini.” sembari mendorong Purbasari dari kaki Bundanya. “Patih cepatlah bawa dia pergi dari sini, aku sudah tidak tahan menahan bau busuk ini.” Patih ”Baiklah Putri Purbararang, saya akan membawa Putri Purbasari pergi jauh dari kerajaan ini.” dengan wajah yang sedih Sang Patih pun membawa Putri Purbasari ke hutan yang jauh dari pemukiman rakyat. Adegan 6 Di hutan Sampailah Patih dan Purbasari di hutan. Sang Patih membuat rumah dari bambu untuk tempat tinggal Purbasari. Patih “Purbasari, tinggallah kau disini! Paman akan mengirim persedian makanan untumu. Jagalah dirimu disini baik-baik. Penderitaan ini akan segera berakhir. Bersabarlah! sembari menepuk pundak Purbasari pelan Purbasari “Iya Paman terima kasih atas semuanya. Pergilah! Aku tahu kau pasti tidak kuat mencium bau busuk badanku ini.” dengan wajah sedih Sang Patih pun pergi kembali ke istana. Di tengah hutan belantara Purbasari hidup dengan damai yang ditemani oleh berbagai macam hewan. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang datang dan bertanya. Lutung Kasarung ”menyapa” Purbasari ”siapa kau? Dan kenapa kau kemari?” Lutung Kasarung ”ak siluman kera” Purbsari ”apa?pingsan seketika Saat setelah pubasari bangun ia melihat dirinya sudah dalam gubuk bersama kera tadi,merekapun sering pergi bersama. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Dan keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. Lutung Kasarung sambil menarik tangan Purbasari menuju telaga dengan bahasa isyaratnya Purbasari “Apa manfaatnya bagiku?” pikir Purbasari Lutung Kasarung cobalah dulu nanti kau akan tau meyakinkan Purbasari untuk mandi di telaga tersebut Purbasari “Baiklah akan kuturuti kemauanmu.” Akhirnya Purbasari menceburkan dirinya ke telaga. Tak lama setelah Ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. Purbasari kaget “Hah.. kulitku kembali seperti semula.” Lutung Kasurung bergembira Setelah beberapa bulan penobatan Purbararang sebagai ratu di kerajaan, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan pengawalnya. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang “Apa? Kenapa kau bisa berubah seperti dulu lagi?” sambil wajah kebingungan Purbasari “Tidak perlu kau tahu, bagaimana aku bisa kembali seperti ini. Yang jelas dengan aku yang seperti ini, aku bisa kembali melanjutkan amanat yang telah Ayahanda berikan kepadaku untuk memimpin kerajaan.” *intro* Purbararang “Tidak! Tidak bisa, akulah sang ratu. Aku sudah dinobatkan sebagai ratu beberapa bulan yang lalu!” dengan nada tinggi Purbasari “Tentu saja bisa, ini adalah amanat Ayahanda sebelum Beliau meninggal dunia. Dan tidak ada yang bisa menentang amanat Ayahanda. Purbararang “Baiklah, bagaimana jika kita adu ketampanan tunangan kita?” Sambil menarik Iengan Indrajaya “Mana tunanganmu?” Purbasari kebingungan, kemudian tanpa sadar Ia menarik Lutung Kasarung “Ini, inilah tunanganku. tanpa ragu Purbararang dan Indrajaya tertawa terbahak-bahak melihat Purbasari membawa sang Lutung Purbararang “Jadi monyet itu tunanganmu?” Purbasari diam dan membisu Dengan seketika, saat Purbararang dan Indrajaya tertawa terbahak-bahak. Tiba-tiba mereka terkejut melihat sesosok Lutung yang berubah menjadi pangeran tampan. Lutung Kasarung “Akulah wujud asli dari seekor lutung. Dan aku akan segera menikahi Purbasari.” Purbararang “ Apa tidak mungkin!” dengan wajah heran Lutung Kasarung “Tidak akan ada yang tiadak mungkin di dunia ini. Kau tahu? Aku adalah seorang pangeran dari Kayangan yang dikutuk. Purbasari “Apa kau seorang pangeran?” dengan wajah kaget Lutung Kasarung “Ya aku adalah seorang pangeran. Dan kutukanku kini berakhir ketika seorang gadis mencintaiku dengan hati yang tulus. Dan gadis itu adalah kau Purbasari. sambil menunjuk Purbasari Purbararang “Apa? Lalu untuk apa aku memasukan racun kedalam makanan Purbasari, jika akhirnya dia menemukan kebahagiannya. Ini tak adil!” dengan nada marah Tanpa disengaja, Patih datang dan mendengar semua percakapan mereka. *intro* Patih “Jadi selama ini kaulah biyang keladi semua ini Purbararang. Pengawal tangkap dia dan hakimi dia dikerajaan!” nada marah Dayang 1 dan 3 “Baik Tuan.” menggandeng Purbararang dan Indrajaya Patih merangkul bahagia Sudah Paman duga semuanya akan berakhir. Bagaimana keadaanmu? Dan benarkah pria tampan ini adalah tunanganmu? sambil menunjuk Lutung Kasarung Purbasari “Aku baik-baik saja Paman. Ya benar Paman, dia adalah tunanganku.” Patih “Bagaimana jika sekarang kita pulang? Dan pertemukan tunanganmu kepada ibumu. Sungguh ibumu sangat merindukanmu.” Purbasari menghadap pangeran “Pangeran maukah kau ikut bersamaku ke kerajaan?” Lutung Kasarung “Sudahku putuskan saatku menemanimu di hutan, aku akan selalu bersamamu kemanapun kamu pergi.” Purbasari tersenyum Mereka pun pulang menuju kerajaan. Sesampainya di kerajaan Permaisuri sedang memberi hukuman kepada Purbararang dan Indrajaya. Istri Prabu “Tidak kusangka aku yang melahirkanmu dan membesarkanmu, tapi mengapa kau tega berlaku seperti itu kepada adikmu? Ibu tidak pernah mendidikmu seperti itu?” Purbararang dan Indrajaya “Maafkan kami, jangan hukum kami Bunda?” Purbasari “Sudah Bunda tidak usah dihukum aku telah memaafkan mereka semua.” Istri Prabu “Kamu memang Putriku yang baik, dan kamu memang pantas memimpin kerajaan ini dibandingkan Kakakmu. sambil memegang tangan Purbasari Tetapi hukum harus tetap dijalankan agar mereka jera.” Patih “Apa yang dikatakan ibumu memang benar. mereka telah banyak melakukan kesalahan, mereka pantas menerimanya!” Purbasari menunduk diam dan pasrah Patih “Pengawal sekarang bawa mereka menuju penjara!” Pengawal “Baik Patih.” Purbararang “Tidak…..” berteriak *intro* Adegan 7 Di aula kerajaan Keesokan harinya, pesta pernikahan dan penobatan Purbasari menjadi Ratu digelar dengan meriah. Lutung Kasarung “Purbasari, maukah kau menikah denganku menjalani hari-hari dengan bahagia bersamaku?” sambil memegang tangan Purbasari Purbasari “Tentu Pangeran, aku bersedia kau persunting.” tersenyum bahagia Lutung Kasarung mencium tangan Purbasari Patih “Dengan ini kalian resmi menjadi pasangan suami istri.” Istri Prabu merangkul Purbasari dan Lutung Kasarung ”Kalian sekarang sudah resmi menjadi sepasang Raja dan Ratu. Semoga kalian hidup bahagia.” Rakyat tepuk tangan Akhirnya Purbasari dan Lutung Kasarung hidup bahagia didalam kerajaan. Demikian drama cerita rakyat Lutung Kasarung yang dapat kami persembahkan. Terima kasih. semuanya menundukan badan Share
- Dalam Cerita dongeng lutung kasarung bahasa sunda ini akan menceritakan tentang kisah seekor kera yang tak lain ternyata adalah sesosok pria yang sangat tampan yang bertemu dengan ratu yang sangat cantik bernama juga Kumpulan 15+ Judul Dongeng Sunda Legenda Sasakala Jawa Barat!Kisah tentang dongeng bahasa sunda lutung kasarung ini merupakan cerita yang berasal dari daerah jawa Barat. Nah, langsung saja berikut dibawah ini adalah cerita KASARUNGCerita Dongeng Dari Jawa BaratDina jaman kapungkur, di tatar pasundan aya hiji karajaan anu di pimpin ku saurang raja anu wijaksana, namina nyaeta Prabu Tapak Agung. Prabu Tapak Agung ngagaduhan dua anak awewe anu geulis, namina Purbararang sarta adi na wanci ngadeukeutan ahir hayatnya, raja Prabu Tapak Agung nunjuk Purbasari, putri bungsu na pikeun nga gentosan jabatana. “Abdi atos sepuh teuing, waktuna abdi turun tahta." Ceuk raja dilain sisi Purbararang, nu mangrupakeun kakana purbasari manehna henteu satuju adina diangkat ngagantikeun Bapana. “Abdi putri anu kedah bapa pilih, kuduna abdi anu ngagantikeuna.” ceuk Purbararang naroskeun ka tunangan na, nu namina sabab sirik, purbararang teras ngagaduhan niat jore ka purbasari. Manehna manggihan saurang nini sihir kanggo nyilakakeun Purbasari. Nini sihir eta nyieun Purbasari kulitna barobah jadi kaayaan totol-totol kitu, Purbararang janten gaduh alesan kanggo ngusir kakana. “Jalma anu dikutuk sepertos maneh, henteu pantes jadi saurang Ratu !” Ceuk manehna nitah saurang Patih kanggo ngasingkeun Purbasari ka hiji leuweung. Satepina di leuweung, patih eta ngarasa karunyaeun ka purbasari, sarta anjeuna mangnyieun keun hiji pondok kanggo oge masihan nasehat ka Purbasari,“Sing Tabah Tuan Putri. Cocobi ieu tangtos pasti lekasan, Anu Maha Kawasa sareng Putri”. "Hatur nuhun.” Bales di leuweung, purbasari ngagaduhan seueur rerencangan nu mangrupakeun sasatoan anu balalager ka manehna. Diantara sasatoan, aya hiji monyet anu buluan hideung nu misterius namina nyeta lutung monyet eta anu manawi paling perhatian ka Purbasari. Lutung kasarung terus ngahibur Purbasari, masihan kekembangan anu endah sarta wanci onggal wengi, di bulan purnama. Lutung Kasarung mapah ka tempat anu sepi teras anjeuna ngalakukeun semedi. Manehna menta hiji hal ka Dewata. Ieu ngabuktikeun yen Lutung Kasarung teh sanes makhluk semedi eta, taneuh nu aya di dekeut Lutung kasarung barobah jadi hiji telaga alit, cai na herang kacidaan. Cai na ngandung ubar anu seungit poena, Lutung Kasarung manggihan Purbasari sarta nitah purbasari ibak di telaga eta. “Naon mangpaatna pikeun abdi?” Pikir anjeuna nurutkeun wae. Teu lami sanggeus manehna nyeburkeun awakna. Kulitna barobah jadi bersih sarta geulis sepertos harita deui. Purbasari rewas pisan dicampur ku hawa atoh sabot manehna ngaca ditelaga eta, kulitna bisa mulus wartos lain di karajaan, Purbararang mutuskeun bade ningali kakana nu aya di leuweung. Manehna mangkat sareng tunangana indrajaya sarta para di hutan, purbararang manggihan adinya si purbasari. Purbararang teu percaya ningali adina tiasa jadi geulis deui kos embungen eleh, teras anjeuna ngajak Purbasari nitah ngadu papanjang-panjang buuk. “Saha anu paling panjang buukna, manehna anu menang!” Saur Purbasari alimeun, nanging purbararang teras-terasan ngadesek. Nah pas ditingali, buuk Purbasari malah nu lewih panjang ti purbararang.“Kajeun ayena abdi eleh, nanging ayeuna hayu urang paganteng-ganteng tunangan, tah ieu tunangan abdi”, saur Purbararang sabari nyampeurkeun ka Indrajaya. Purbasari mimitina gelisah da lantaran purbasari narik panangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung ajol-ajolan kawas mangmenangkeun Purbasari. Purbararang seuri nyalakatak ngabahak-bahak. “Jadi monyet eta tunangan maneh?" Saur wanci eta oge, Lutung Kasarung teras geura semedi sakedap, sarta lumangsung barobah jadi lalaki anu ganteng kacidaan, lewih-lewih ganteng ti nu aya didinya rewasen ningali kajadian eta. Purbararang ahirna ngaku kaelehan nana, sarta menta maaf pikeun kalepatan salila ieu ka menta dihampurakeun sagala kasalahan nana ka purbasari, sarta menta supardos henteu dihukum. Purbasari anu bageur, langsung ngahampurakeun sagala kasalahan kakana kajadian eta, ahirna maranehna sadaya balik ka karajaan. Purbasari ahirna jadi saurang ratu, di rendengan ku saurang lalaki idamana. Lalaki eta teu lain anu salila ieu maturan purbasari salami dileweung, nyaeta lutung di Pasundan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, namanya Prabu Tapak Agung. Prabu Tapak Agung memiliki dua orang putri cantik bernama Purbararang dan adiknya akhir hayatnya, Raja Tapak Agung mengangkat Purbasari, putri bungsunya untuk menggantikan posisinya. “Aku sudah terlalu tua, saatnya aku turun tahta.” Kata Prabu Tapak agung. Sebaliknya, jika Purbararang yang merupakan kakak Purbasari tidak setuju adiknya diangkat menggantikan ayahnya. "Aku adalah anak perempuan yang harus dipilih ayahku, akulah yang harus menggantikannya." tanya Purbararang kepada tunangannya yang bernama cemburu, purbararang kemudian berniat jahat ke purbasari. Dia menemukan nenek penyihir untuk menyelakakan Purbasari. Kesaktian nenek membuat kulit Purbasari berubah menjadi bintik hitam. Setelah itu, Purbararang punya alasan untuk mengusirnya. "Orang terkutuk sepertimu tidak layak menjadi Ratu!" kata Purbararang. Kemudian, ia memerintahkan seorang Patih untuk mengucilkan Purbasari di sebuah hutan. Sesampai di hutan, sang patih merasa kasihan pada Purbasari, dan dia membangun sebuah gubuk untuk Purbasari. Ia pun memberikan nasehat kepada Purbasari, “Tabahkanlah hatimu Tuan Putri. Lelucon ini pasti akan berakhir, Yang Mahakuasa akan mengunhkapkannya". "Terima kasih." Jawab di hutan, Purbasari memiliki banyak teman binatang yang menyayanginya. Di antara hewan tersebut, terdapat seekor monyet berbulu hitam yang secara misterius bernama lutung kasarung. Namun, kera itulah yang paling memperhatikan Purbasari. Lutung kasarung terus menghibur Purbasari dengan memberikan bunga dan buah yang waktu setiap malam, di bulan purnama. Lutung Kasarung pergi ke tempat yang sunyi dan kemudian dia bersemedi. Dia meminta sesuatu kepada Dewa. Ini membuktikan bahwa Lutung Kasarung bukanlah makhluk biasa. Dalam meditasi itu, tanah di dekat Lutung Kasarung berubah menjadi danau kecil, airnya sangat jernih. Airnya mengandung obat yang sangat esokan paginya, Lutung Kasarung menemukan Purbasari dan menyuruh Purbasari untuk mandi di danau. "Apa manfaatnya bagi saya?" Pikir Purbasari. Tetapi, purbasari mengikuti ajakan tersebut. Tidak lama kemudian dia berubah menjadi cantik Kulitnya berubah menjadi bersih dan cantik seperti dulu. Purbasari sangat terkejut bercampur dengan heran, ketika dia melihatnya, kulitnya menjadi halus kembali. Di waktu lain di kerajaan, Purbararang memutuskan untuk pergi menemui kakaknya di hutan. Dia pergi dengan tunangannya Indrajaya dan pengawalnya. Sesampai di hutan, Purbararang menemukan adiknya Purbasari. Purbararang tidak percaya adiknya bisa kembali cantik. Purbararang kemudian mengajak Purbasari untuk mengadu rambut siapa yang paling panjang."Siapa pun yang memiliki rambut terpanjang, dialah menang!" kata Purbararang. Awalnya Purbasari diam, tapi Purbararang terus mendesak. Nah, kalau diperhatikan, rambut Purbasari malah lebih panjang dari Purbararang. "Saya kalah, tapi sekarang mari kita bicara tentang tunangan saya, ini tunangan saya", kata Purbararang sambil mendekati Indrajaya. Awalnya Purbasari gelisah karena Purbasari menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung seperti menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa keras. “Jadi monyet itu tunanganmu?” kata Purbararang. Saat itu, Lutung Kasarung langsung bertapa, dan kemudian berubah menjadi pria yang sangat tampan, lebih tampan dari yang ada disana terkejut melihat kejadian tersebut. Purbararang akhirnya mengaku kalah, serta meminta maaf atas semua kesalahannya kepada purbasari, dan dia juga meminta agar dirinya tidak dihukum. Purbasari yang baik hati akhirnya memaafkan segala kesalahan kakaknya kejadian tersebut, akhirnya mereka semua pulang ke kerajaan. Purbasari akhirnya menjadi seorang ratu, berdampingan dengan seorang lelaki idamannya. Lelaki itu tidak lain adalah seseorang yang selama ini menemani purbasari selama di hutan, yaitu lutung cerita sasakala lutung kasarung diatas, bisa kita ambil hikmah yang sangat penting, yakni bahwa "perbuatan yang syirik itu sangatlah tidak baik." Nah, demikianlah cerita sasakala bahasa sunda kali ini, semoga referensi juga• Kumpulan Contoh Dongeng Jenis MITE, Bahasa Sunda• Cerita Sasakala Tentang Malin Kundang
naskah drama lutung kasarung lengkap